Pengikut

Sabtu, 27 Maret 2021

Merasa Lelah dengan Kehidupan? Coba Baca ini...

Lelah itu memang hal yang biasa kok.... itu juga manusiawi. Tapi jika kamu merasa penat dengan kehidupan ini lebih baik sejenak merenung bersama...
Masih baca artikel ini kan? Berarti kamu beruntung masih tersambung dengan internet, coba lihat di jalanan sana. Hitung saja berapa orang yang berada dijalanan, jangankan untuk tersambung ke internet melihat medsos, mereka saja masih kebingungan bagaimana mengisi perut mereka. Coba saja berikan mereka makanan, lihat bagaimana tanggapan mereka terhadap pemberian kita. Apakah seri wajah kita sama seperti mereka ketika kita mendapatkan makanan?
Masih ada disini? Berarti kita masih punya penglihatan dong.... coba lihat di luar sana berapa banyak orang yang tidak memiliki penglihatan sempurna seperti kita?
Masih membaca artikel ini dan mulai tersentuh hatinya? Lihat saja ada berapa banyak orang yang memiliki hati keras bahkan tidak punya hati sehingga tega untuk melakukan perbuatan keji....
Masih kurang apa? Lelah dengan kehidupan? Lalu bagaimana dengan mereka yang masih berjuang melawan penyakit penyakit ganas nya?
Apakah kita pernah memikirkan kondisi orang yang tidak punya tempat tinggal? Jika mereka lelah dengan kehidupan tentu sudah dari dulu mereka berputus asa kemudian mati. Masih merasa paling bawah lagi? Lihat orang yang cacat fisik entah tidak punya kaki atau tangan ! Mereka masih optimis untuk menjalani hidup, lalu ada apa dengan kita sebenarnya?
Ada sedikit kerusakan pada sistem solid diri kita.... teman dan pasangan dapat dengan mudah meninggalkan kita, tetapi tidak dengan diri kita sendiri akhirnya terjadi bentrok di dalam diri sendiri yang menyebabkan lelah untuk menjalani hidup... yah memang sudah seperti itu sistemnya. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dua hal antara eksternal dan internal dapat membantu kita, entah itu dukungan dan motivasi dari diri sendiri yang memang cukup sulit untuk dilakukan atau faktor eksternal seperti bantuan dari teman, sahabat, keluarga dan orang yang kita percayai untuk menemukan titik problem solving. Tentunya tujuan utamanya adalah mengembalikan keadaan kita ke titik semula bagaimanapun itu caranya, hal yang paling penting adalah luapkan semua permasalahan hidup yang selalu membebani sehingga membuat kita lelah.
Tetap optimis dan jangan menyerah karena perjalanan masih panjang. Have a nice reading.

Prinsip Hidup IV : Ambil Pelajaran dari Setiap Kejadian

Narasi kehidupan yang sudah kita rancang tentu tidak akan sepenuhnya mulus seratus persen, pasti ada saja lika liku yang menyertainya sehingga tidak jarang kita menemui mereka yang merobek narasi kehidupan buatan mereka sendiri. Memang sebagai manusia kita cenderung untuk mengambil kenikmatan dan meninggalkan marabahaya dan kesengsaraan, tetapi percayalah jika di setiap kesengsaraan dan marabahaya yang kita lewati selalu ada pelajaran berharga yang kemudian dapat kita gunakan untuk merevisi lembaran lembaran narasi kehidupan kita. Hal paling kecil yang kita sering jumpai adalah gagal dalam meraih impian, entah itu impian kecil ataupun besar. Sebenarnya kegagalan yang pernah kita buat itu dapat menjadi titik balik proses keberhasilan secara tidak langsung. Apakah anda pernah melihat orang belajar gitar dan langsung menguasainya seketika? Tentu ia mempelajarinya berulang ulang walaupun terlarut dalam kesalahan yang berulang ulang. Tetapi ada satu hal yang tidak membuatnya berputus asa yaitu kepercayaan akan kegagalan yang berujung pada keberhasilan. Manusia itu butuh proses, berproses itu penting. Bahkan mie instan yang memiliki gelar instan pun masih harus berproses supaya dapat disajikan. Narasi kehidupan tidaklah selalu indah, butuh keburukan beberapa kali supaya kita dapat membedakan mana yang indah. Bahkan wanita cantik pun juga tetap memiliki kentut yang bau. Benarkah?
Sekarang tinggal bagaimana kita dapat menjalani proses itu, sebuah proses untuk memperbaiki narasi kehidupan kita atau bahkan jika ternyata ada revisi total secara mendadak, tentu mau tidak mau kita harus membuatnya ulang. Selalu ingat bahwa belajar itu bukan hanya di kelas melainkan juga kita lakukan di lingkungan sekitar, jadi jangan hanya terpaku pada pelajaran dari hal baik saja untuk diambil dan digunakan. Kita juga perlu untuk mengambil hal buruk sebagai pelajaran agar kedepannya kita bisa menghindarinya dan tidak melakukannya lagi. Mungkin hal inilah yang dapat memperbagus lagi bentuk dari prinsip hidup yang kita miliki, dan lihatlah jika tukang bangunan pasti membangun pondasi dengan infrastruktur paling baru di zaman itu tidak lain dan tidak bukan adalah agar bangunan yang ditopang oleh pondasi itu dapat berdiri tegak selama mungkin kelak.
Have a nice reading.

Jangan Percaya dengan '5 menit lagi' !!

Sebuah kata yang seringkali terdengung dalam benak ketika hendak melakukan sesuatu, entah itu memang sebuah ritual andalan untuk mengumpulkan energi atau hanya ungkapan rasa malas belaka. Cara untuk menjadi rajin adalah jangan malas, cukup mudah untuk diketahui tetapi tidak untuk dilakukan. Butuh sekian ratus kejadian untuk menegur kita supaya dapat keluar dari lingkup zona malas, bahkan ratusan mungkin belum juga cukup. Coba saja ingat seratus kejadian yang berakibat kepada kesalahan dan malu karena rasa malas, tentu kita sendiri bahkan lupa tentang apa apa saja. Faktor utama adalah procrastination atau menunda nunda suatu pekerjaan yang mudah mungkin contoh paling umum adalah bangun tidur, sangat jarang sekali orang yang tidak menunda waktu bangunnya apalagi sekarang serba online. Mulai dari sekolah, kerja hingga belanja sehingga menambah waktu untuk bermalas malasan tentunya.
Cara untuk menghilangkan faktor utama penyebab malas salah satunya dapat kita mulai dengan menghilangkan procrastination atau kebiasaan menunda nunda walaupun hanya 5 menit saja. Ingatlah bahwa sebuah pintu itu rapuh karena rayap yang senantiasa menggerogoti setiap harinya. Suatu hal yang kecil dan remeh tetapi memiliki imbas yang besar kepada hari hari kita. Bahkan tidak sering juga kita jumpai kecelakaan besar karena rasa malas sebagai contoh adalah malas belajar. Sebenarnya gambaran belajar bukan hanya membaca buku dan menulis, kita juga bisa belajar dari lingkungan sekitar hanya saja kita seringkali melewatkan nilai nilai pentingnya sehingga sama seperti ketika kita tidak belajar.
Cobalah untuk menghilangkan '5 menit lagi' secara bertahap, saya yakin di kemudian hari tidak akan ada lagi kata itu dalam benak. Have a nice reading.

Rabu, 24 Maret 2021

Prinsip Hidup III : Buat Narasi Hidupmu !

Narasi adalah gambaran terkait dengan terjadinya sesuatu berdasarkan kronologi dan histori, jadi narasi kehidupan adalah gambaran tentang bagaimana kehidupan yang akan kita jalani ini berjalan sedemikian rupa. Setiap narasi selalu terdiri dari bagian awal (zaman dahulu), bagian tengah (dimana suatu ancaman muncul), dan akhir (sebagai hasil dari usaha). Apakah kalian pernah membaca novel? Seperti itulah gambaran kecil dari narasi kehidupan yang memang harus kita lewati semua tahapannya.
Di dua tulisan sebelumnya tentang prinsip hidup saya sedikit menjelaskan tentang passion atau kecenderungan kita terhadap sesuatu. Hal itu lah yang dapat dijadikan sebagai awal cerita bagus supaya narasi kehidupan kita bisa menjadi utuh sepenuhnya, coba lihat saja novel dengan bagian awal yang bagus dengan bagian yang jelek tentu pembaca lebih menyukai bagian awal yang bagus agar tetap membaca novel dengan tuntas. Sama saja jika kita memiliki awal kehidupan yang bagus, tentu peluang mendapatkan perhatian lebih banyak untuk mempermudah bagian tengah hingga akhir dan berbeda bagi mereka yang buruk di awal. Bukan tidak mungkin untuk mengubah alur dari jelek ke bagus, tetapi hanya sedikit orang yang dapat melakukannya sehingga kembali menarik minat para pembaca untuk meneruskan bacaan. Mungkin perlu sedikit waktu untuk mencerna perumpamaan ini, tetapi saya rasa sudah cukup padat dan jelas.
Di bagian tengah selalu ada saja permasalahan yang menimpa, karena tidak ada makhluk hidup manapun yang luput dari masalah. Itu biasanya terjadi di masa muda hingga menjelang tua yang tentunya kita memakai segala sesuatu yang ada pada zaman dahulu untuk menemukan penyelesaian dari setiap masalah yang tepat. Sebut saja satu masalah umum yaitu makanan, tentu untuk dapat membeli makanan kita harus bekerja agar mendapatkan uang. Apakah bekerja membutuhkan keterampilan dan ketekunan? Bayangkan saja jika bagian awal hidupnya sudah bagus, ia terampil dan tekun sehingga memiliki banyak peluang untuk menyelesaikan masalah yang timbul di bagian tengah kehidupannya seperti bekerja, pastinya ia akan mudah untuk bekerja guna menyelesaikan permasalahan makanan. Sangat berbeda dengan mereka yang buruk di bagian awal, yang lebih memilih untuk bermalas malasan hanya menunggu masalah datang baru merasa kebingungan untuk menyelesaikannya. Mereka bisa untuk menyelesaikan permasalahan itu hanya saja mereka akan kewalahan dalam menyelesaikannya karena kurangnya bekal dari bagian awal narasi.
Lalu yang terakhir adalah bagian akhir narasi sebagai ending cerita kehidupan. Bagian ini sungguh mudah bagi mereka yang sudah baik di awal dan tengah tetapi akan sangat merepotkan jika awal dan tengah sudah buruk. Masa tua bisa dikatakan sebagai akhir cerita lantaran tidak akan ada lagi cerita itu, semua usaha yang kita lakukan selama hidup akan terlihat hasilnya disini. Bagi mereka yang dulunya selalu bermalas malasan, enggan bekerja, suka berhutang akan sangat terbebani di bagian terakhir ini lantaran tidak bisa menyelesaikan permasalahan dalam narasi kehidupannya sehingga bisa kita lihat sebagai bad ending.
Tetapi semua itu tidak mutlak karena narasi hanyalah gambaran berdasar pada kronologi kehidupan kita, tetapi bagaimana jika kita sudah memiliki narasi hidup yang baik? Tentu anda dapat menjawab perntanyaan itu. Silahkan memberi komentar berupa kritik dan saran guna mengembangkan blog kecil ini, terima kasih.
Have a nice reading.

Tidak Semua yang Berkilau itu Emas

Begitu juga dengan kebaikan dalam diri setiap manusia, kita tidak bisa memandang kebaikan seseorang sebagai sesuatu yang murni dilakukan atas dasar bahwa ia adalah orang baik. Terkadang juga ada keburukan tetapi memakai topeng milik kebaikan sehingga orang lain mengira bahwa ia adalah kebaikan. Emas merupakan salah satu harta paling berharga di dunia ini dan ia selalu berkilau di depan mata orang, tetapi apakah setiap yang berkilau itu emas? Tentu saja tidak, kilauan itu hanyalah bentuk semu dan tipuan supaya terlihat bernilai saja. Begitupun juga dengan sesuatu yang tidak berkilau, ia bisa saja memiliki nilai yang setara dengan emas ataupun lebih hanya saja kurang dipandang dan diperhatikan sehingga luput.
Memang beginilah kehidupan dengan segala lika liku yang menyertainya, artikel ini belum selesai.