Pengikut

Senin, 29 Maret 2021

Ada Apa dengan Kebaikan?

Sebuah pertanyaan yang jarang sekali terbesit dalam benak. Memang kebaikan itu unik, ia cantik dan sempurna tetapi jarang direbutkan oleh banyak orang. Lalu ada apa dengan kebaikan? Justru kejahatan yang buruk rupa lebih direbutkan oleh orang orang, suatu hal yang aneh tapi nyata dalam hidup ini.
Aku dulu sudah mengenal kebaikan sejak kecil, orang tua dan guruku yang mengenalkannya denganku. Tetapi dibalik rupanya yang jelita aku lebih ingin untuk menjauhinya, meskipun sangat mudah untuk mengenal dan dekat dengannya. Setelah belasan tahun aku baru sadar atas pertanyaan yang selalu kulontarkan, ada apa dengan kebaikan? Aku selalu membuat rangkaian jawaban yang cukup rumit dan inilah ringkasannya:
Kebaikan itu memang mudah untuk didapatkan, tetapi ia sendiri yang sulit untuk memilih siapa yang mendapatkannya. Di satu sisi aku merasa dekat tapi ternyata ia tidak memilihku, justru kejahatanlah berada tepat disampingku. Entah ilusi apa, tetapi itulah kenyataan. Bahkan seringkali kita sudah merasa melakukan kebaikan tetapi ternyata menjadi kejahatan.
Lalu ada apa dengan kebaikan? Ya seperti inilah kebaikan, cukup lakukan saja terserah kepada siapa niatmu untuk melakukannya. Have a nice reading.

Sabtu, 27 Maret 2021

Kesempatan Sekali, Penyesalan Berulang Kali

Hidup hanya sekali di dunia dan akan lenyap kehidupan duniawi setelah datangnya kematian. Tentu banyak hal kompleks yang akan dialami oleh setiap manusia salah satunya adalah pemanfaatan kesempatan yang kurang maksimal. Berbicara tentang kesempatan itu seperti sebuah hembusan angin besar, yang namanya hembusan pasti datang sekali dan lihat saja apa yang terjadi setelah angin itu berhembus melewati pphon.... jarang sekali sebuah hembusan angin tidak meninggalkan jejak apalagi setelah melewati pohon. Berapa banyak daun berguguran disitu? Tentu banyak daun yang berguguran hingga kita sendiri malas untuk menghitungnya.
Kesempatan itu datang sekali dalam skala besar tetapi meninggalkan banyak jejak yaitu penyesalan yang tidak terhitung jumlahnya, bahkan kita yang mengalaminya saja malas untuk menghitung hitung lagi. Tetapi dibalik gugurnya daun di pohon tersebut, tentu sudah menjadi siklus pertumbuhan tersendiri bagi pohon untuk tetap memberinya kehidupan. Begitupun juga dengan manusia, sungguh sangat banyak dari mereka yang melewatkan kesempatan kesempatan emas yang berujung kepada penyesalan. Memang itu seperti suatu kewajiban untuk membuat manusia tetap hidup, bayangkan saja jika kehidupan seseorang itu datar tanpa ada kesusahan. Mungkin saya yakin bahwa ia akan merasa jenuh kemudian melakukan hal hal yang di luar nalar manusia begitupun juga sebaliknya.
Tidak lain dan tidak bukan tujuan dari misschance yang selalu dilakukan oleh manusia adalah agar ia dapat terjatuh untuk kemudian bangun kembali. Mobil yang selalu melaju kencang akan sampai pada tujuan dengan cepat tetapi apakah ia dapat selamat dari berbagai macam kecelakaan yang bisa terjadi dalam perjalanan? Maka dari itu, ia juga butuh melambat, mengalah bahkan berhenti untuk sampai dengan tujuan. Jadi itu sudah menjadi sistem alam dalam menyeimbangkan kehidupan ini.
Menyesal boleh tetapi jangan terlalu larut dalam penyesalan, masih ada banyak hembusan hembusan angin lainnya yang menanti. Juga jangan lupa jika setiap hembusan tentu akan menggugurkan daun daun di pohon entah dalam jumlah banyak atau sedikit. Have a nice reading.

Merasa Lelah dengan Kehidupan? Coba Baca ini...

Lelah itu memang hal yang biasa kok.... itu juga manusiawi. Tapi jika kamu merasa penat dengan kehidupan ini lebih baik sejenak merenung bersama...
Masih baca artikel ini kan? Berarti kamu beruntung masih tersambung dengan internet, coba lihat di jalanan sana. Hitung saja berapa orang yang berada dijalanan, jangankan untuk tersambung ke internet melihat medsos, mereka saja masih kebingungan bagaimana mengisi perut mereka. Coba saja berikan mereka makanan, lihat bagaimana tanggapan mereka terhadap pemberian kita. Apakah seri wajah kita sama seperti mereka ketika kita mendapatkan makanan?
Masih ada disini? Berarti kita masih punya penglihatan dong.... coba lihat di luar sana berapa banyak orang yang tidak memiliki penglihatan sempurna seperti kita?
Masih membaca artikel ini dan mulai tersentuh hatinya? Lihat saja ada berapa banyak orang yang memiliki hati keras bahkan tidak punya hati sehingga tega untuk melakukan perbuatan keji....
Masih kurang apa? Lelah dengan kehidupan? Lalu bagaimana dengan mereka yang masih berjuang melawan penyakit penyakit ganas nya?
Apakah kita pernah memikirkan kondisi orang yang tidak punya tempat tinggal? Jika mereka lelah dengan kehidupan tentu sudah dari dulu mereka berputus asa kemudian mati. Masih merasa paling bawah lagi? Lihat orang yang cacat fisik entah tidak punya kaki atau tangan ! Mereka masih optimis untuk menjalani hidup, lalu ada apa dengan kita sebenarnya?
Ada sedikit kerusakan pada sistem solid diri kita.... teman dan pasangan dapat dengan mudah meninggalkan kita, tetapi tidak dengan diri kita sendiri akhirnya terjadi bentrok di dalam diri sendiri yang menyebabkan lelah untuk menjalani hidup... yah memang sudah seperti itu sistemnya. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dua hal antara eksternal dan internal dapat membantu kita, entah itu dukungan dan motivasi dari diri sendiri yang memang cukup sulit untuk dilakukan atau faktor eksternal seperti bantuan dari teman, sahabat, keluarga dan orang yang kita percayai untuk menemukan titik problem solving. Tentunya tujuan utamanya adalah mengembalikan keadaan kita ke titik semula bagaimanapun itu caranya, hal yang paling penting adalah luapkan semua permasalahan hidup yang selalu membebani sehingga membuat kita lelah.
Tetap optimis dan jangan menyerah karena perjalanan masih panjang. Have a nice reading.

Prinsip Hidup IV : Ambil Pelajaran dari Setiap Kejadian

Narasi kehidupan yang sudah kita rancang tentu tidak akan sepenuhnya mulus seratus persen, pasti ada saja lika liku yang menyertainya sehingga tidak jarang kita menemui mereka yang merobek narasi kehidupan buatan mereka sendiri. Memang sebagai manusia kita cenderung untuk mengambil kenikmatan dan meninggalkan marabahaya dan kesengsaraan, tetapi percayalah jika di setiap kesengsaraan dan marabahaya yang kita lewati selalu ada pelajaran berharga yang kemudian dapat kita gunakan untuk merevisi lembaran lembaran narasi kehidupan kita. Hal paling kecil yang kita sering jumpai adalah gagal dalam meraih impian, entah itu impian kecil ataupun besar. Sebenarnya kegagalan yang pernah kita buat itu dapat menjadi titik balik proses keberhasilan secara tidak langsung. Apakah anda pernah melihat orang belajar gitar dan langsung menguasainya seketika? Tentu ia mempelajarinya berulang ulang walaupun terlarut dalam kesalahan yang berulang ulang. Tetapi ada satu hal yang tidak membuatnya berputus asa yaitu kepercayaan akan kegagalan yang berujung pada keberhasilan. Manusia itu butuh proses, berproses itu penting. Bahkan mie instan yang memiliki gelar instan pun masih harus berproses supaya dapat disajikan. Narasi kehidupan tidaklah selalu indah, butuh keburukan beberapa kali supaya kita dapat membedakan mana yang indah. Bahkan wanita cantik pun juga tetap memiliki kentut yang bau. Benarkah?
Sekarang tinggal bagaimana kita dapat menjalani proses itu, sebuah proses untuk memperbaiki narasi kehidupan kita atau bahkan jika ternyata ada revisi total secara mendadak, tentu mau tidak mau kita harus membuatnya ulang. Selalu ingat bahwa belajar itu bukan hanya di kelas melainkan juga kita lakukan di lingkungan sekitar, jadi jangan hanya terpaku pada pelajaran dari hal baik saja untuk diambil dan digunakan. Kita juga perlu untuk mengambil hal buruk sebagai pelajaran agar kedepannya kita bisa menghindarinya dan tidak melakukannya lagi. Mungkin hal inilah yang dapat memperbagus lagi bentuk dari prinsip hidup yang kita miliki, dan lihatlah jika tukang bangunan pasti membangun pondasi dengan infrastruktur paling baru di zaman itu tidak lain dan tidak bukan adalah agar bangunan yang ditopang oleh pondasi itu dapat berdiri tegak selama mungkin kelak.
Have a nice reading.

Jangan Percaya dengan '5 menit lagi' !!

Sebuah kata yang seringkali terdengung dalam benak ketika hendak melakukan sesuatu, entah itu memang sebuah ritual andalan untuk mengumpulkan energi atau hanya ungkapan rasa malas belaka. Cara untuk menjadi rajin adalah jangan malas, cukup mudah untuk diketahui tetapi tidak untuk dilakukan. Butuh sekian ratus kejadian untuk menegur kita supaya dapat keluar dari lingkup zona malas, bahkan ratusan mungkin belum juga cukup. Coba saja ingat seratus kejadian yang berakibat kepada kesalahan dan malu karena rasa malas, tentu kita sendiri bahkan lupa tentang apa apa saja. Faktor utama adalah procrastination atau menunda nunda suatu pekerjaan yang mudah mungkin contoh paling umum adalah bangun tidur, sangat jarang sekali orang yang tidak menunda waktu bangunnya apalagi sekarang serba online. Mulai dari sekolah, kerja hingga belanja sehingga menambah waktu untuk bermalas malasan tentunya.
Cara untuk menghilangkan faktor utama penyebab malas salah satunya dapat kita mulai dengan menghilangkan procrastination atau kebiasaan menunda nunda walaupun hanya 5 menit saja. Ingatlah bahwa sebuah pintu itu rapuh karena rayap yang senantiasa menggerogoti setiap harinya. Suatu hal yang kecil dan remeh tetapi memiliki imbas yang besar kepada hari hari kita. Bahkan tidak sering juga kita jumpai kecelakaan besar karena rasa malas sebagai contoh adalah malas belajar. Sebenarnya gambaran belajar bukan hanya membaca buku dan menulis, kita juga bisa belajar dari lingkungan sekitar hanya saja kita seringkali melewatkan nilai nilai pentingnya sehingga sama seperti ketika kita tidak belajar.
Cobalah untuk menghilangkan '5 menit lagi' secara bertahap, saya yakin di kemudian hari tidak akan ada lagi kata itu dalam benak. Have a nice reading.

Rabu, 24 Maret 2021

Prinsip Hidup III : Buat Narasi Hidupmu !

Narasi adalah gambaran terkait dengan terjadinya sesuatu berdasarkan kronologi dan histori, jadi narasi kehidupan adalah gambaran tentang bagaimana kehidupan yang akan kita jalani ini berjalan sedemikian rupa. Setiap narasi selalu terdiri dari bagian awal (zaman dahulu), bagian tengah (dimana suatu ancaman muncul), dan akhir (sebagai hasil dari usaha). Apakah kalian pernah membaca novel? Seperti itulah gambaran kecil dari narasi kehidupan yang memang harus kita lewati semua tahapannya.
Di dua tulisan sebelumnya tentang prinsip hidup saya sedikit menjelaskan tentang passion atau kecenderungan kita terhadap sesuatu. Hal itu lah yang dapat dijadikan sebagai awal cerita bagus supaya narasi kehidupan kita bisa menjadi utuh sepenuhnya, coba lihat saja novel dengan bagian awal yang bagus dengan bagian yang jelek tentu pembaca lebih menyukai bagian awal yang bagus agar tetap membaca novel dengan tuntas. Sama saja jika kita memiliki awal kehidupan yang bagus, tentu peluang mendapatkan perhatian lebih banyak untuk mempermudah bagian tengah hingga akhir dan berbeda bagi mereka yang buruk di awal. Bukan tidak mungkin untuk mengubah alur dari jelek ke bagus, tetapi hanya sedikit orang yang dapat melakukannya sehingga kembali menarik minat para pembaca untuk meneruskan bacaan. Mungkin perlu sedikit waktu untuk mencerna perumpamaan ini, tetapi saya rasa sudah cukup padat dan jelas.
Di bagian tengah selalu ada saja permasalahan yang menimpa, karena tidak ada makhluk hidup manapun yang luput dari masalah. Itu biasanya terjadi di masa muda hingga menjelang tua yang tentunya kita memakai segala sesuatu yang ada pada zaman dahulu untuk menemukan penyelesaian dari setiap masalah yang tepat. Sebut saja satu masalah umum yaitu makanan, tentu untuk dapat membeli makanan kita harus bekerja agar mendapatkan uang. Apakah bekerja membutuhkan keterampilan dan ketekunan? Bayangkan saja jika bagian awal hidupnya sudah bagus, ia terampil dan tekun sehingga memiliki banyak peluang untuk menyelesaikan masalah yang timbul di bagian tengah kehidupannya seperti bekerja, pastinya ia akan mudah untuk bekerja guna menyelesaikan permasalahan makanan. Sangat berbeda dengan mereka yang buruk di bagian awal, yang lebih memilih untuk bermalas malasan hanya menunggu masalah datang baru merasa kebingungan untuk menyelesaikannya. Mereka bisa untuk menyelesaikan permasalahan itu hanya saja mereka akan kewalahan dalam menyelesaikannya karena kurangnya bekal dari bagian awal narasi.
Lalu yang terakhir adalah bagian akhir narasi sebagai ending cerita kehidupan. Bagian ini sungguh mudah bagi mereka yang sudah baik di awal dan tengah tetapi akan sangat merepotkan jika awal dan tengah sudah buruk. Masa tua bisa dikatakan sebagai akhir cerita lantaran tidak akan ada lagi cerita itu, semua usaha yang kita lakukan selama hidup akan terlihat hasilnya disini. Bagi mereka yang dulunya selalu bermalas malasan, enggan bekerja, suka berhutang akan sangat terbebani di bagian terakhir ini lantaran tidak bisa menyelesaikan permasalahan dalam narasi kehidupannya sehingga bisa kita lihat sebagai bad ending.
Tetapi semua itu tidak mutlak karena narasi hanyalah gambaran berdasar pada kronologi kehidupan kita, tetapi bagaimana jika kita sudah memiliki narasi hidup yang baik? Tentu anda dapat menjawab perntanyaan itu. Silahkan memberi komentar berupa kritik dan saran guna mengembangkan blog kecil ini, terima kasih.
Have a nice reading.

Tidak Semua yang Berkilau itu Emas

Begitu juga dengan kebaikan dalam diri setiap manusia, kita tidak bisa memandang kebaikan seseorang sebagai sesuatu yang murni dilakukan atas dasar bahwa ia adalah orang baik. Terkadang juga ada keburukan tetapi memakai topeng milik kebaikan sehingga orang lain mengira bahwa ia adalah kebaikan. Emas merupakan salah satu harta paling berharga di dunia ini dan ia selalu berkilau di depan mata orang, tetapi apakah setiap yang berkilau itu emas? Tentu saja tidak, kilauan itu hanyalah bentuk semu dan tipuan supaya terlihat bernilai saja. Begitupun juga dengan sesuatu yang tidak berkilau, ia bisa saja memiliki nilai yang setara dengan emas ataupun lebih hanya saja kurang dipandang dan diperhatikan sehingga luput.
Memang beginilah kehidupan dengan segala lika liku yang menyertainya, artikel ini belum selesai.

Selasa, 23 Maret 2021

Prinsip Hidup II : Pengembangan Kemampuan Diri

Pada artikel sebelumnya sudah saya jelaskan sedikit tentang pengenalan diri yang merupakan pondasi sebelum kita mengembangkan diri kita. Segala sesuatu pasti dapat dikembangkan jika memiliki pondasi yang jelas begitu juga dengan diri kita sendiri. Lalu dalam hal apa dan bagaimana kita dapat mengembangkan passion kita? Satu hal paling utama ketika hendak memaksimalkan kemampuan yang kita miliki yaitu kebahagiaan dengan hal yang kita lakukan. Saya membagi pengembangan menjadi dua bagian besar yaitu pengembangan jangka pendek yang cukup sulit tetapi cepat dan pengembangan jangka panjang yang tingkat kesulitannya mulai menurun tetapi membutuhkan jangka waktu yang panjang.
Yang pertama adalah jangka pendek, mungkin kita dapat membuat permisalan bahwa kita memiliki kecenderungan untuk menulis dan kita merasa bahagia ketika melakukannya. Tentu ini adalah modal besar untuk melewati pengembangan jangka pendek yang akan dapat dengan mudah berkembang seiring berjalannya waktu, perkembangan awal mungkin terlihat pada seberapa sering kita menulis sebagai contoh. Karena merasa senang tentu kita akan berusaha untuk melakukannya secara terus menerus seperti bermain handphone, tentu kita tidak akan sering memegangnya jika kita tidak suka dengan handphone. Kemudian kita akan mulai terbiasa dengan hal tersebut secara tidak langsung sehingga passion kita pun mulai menjadi salah satu agenda penting dalam aktivitas sehari hari. Tentu mereka yang lebih berpengalaman akan lebih menguasai suatu hal daripada seseorang yang baru saja terjun ke bidang tersebut, barulah kita bisa melakukan pengembangan maksimal di titik ini yaitu pengembangan untuk jangka panjang.
Jangka panjang sendiri lebih memiliki arah kepada cara untuk bertahan hidup dengan passion, mungkin kalimat bertahan hidup disini terlalu berlebihan tetapi semua manusia pada dasarnya selalu berusaha untuk bertahan hidup. Bertahan hidup disini bisa sebagai mata pencaharian untuk makan ataupun sekedar mengisi kesenangan supaya tidak stress. Mereka yang sudah melewati proses pengembangan jangka pendek tentu akan lebih mudah untuk mengarahkan akan ia kemanakan passion nya. Spesifikasi spontan yang dilakukan oleh manusia inilah kemudian akan ia kembangkan tanpa ia sadari.
Seperti anak kecil yang sudah terlanjur memiliki sosok idola sehingga ia akan selalu berusaha untuk menjadi identik dengan idolanya tersebut. Apakah anak kecil itu sadar jika ia mengembangkan kecintaannya dengan menjadi identik? Tentu tidak karena ia memiliki kecenderungan yang membuatnya bahagia sehingga ia rela untuk berusaha supaya tetap berada dalam lingkup yang membuaynya bahagia. Ketika seseorang terlanjur suka terhadap suatu hal ia akan melakukan pengembangan jangka pendek dan dilanjut dengan jangka panjang. Apakah sudah terbayang di benak kalian tentang tulisan di atas? Mungkin para pembaca dapat menulis komentar berupa kritik dan saran di bawah ini.
Hace a nice reading.

Manakah yang lebih baik, sedikit tapi berkualitas atau banyak dengan kualitas yang kurang?

Judul yang cukup panjang untuk artikel ini. Lalu bagaimana menurut kalian? Manakah yang lebih baik? Sebenarnya kedua hal tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan pastinya, jadi jika kalian menjawab pernyataan pertama -sedikit berkualitas- ataupun pernyataan kedua -banyak kualitas kurang-, itu semua adalah benar. Akan tetapi saya lebih condong kepada banyak tetapi berkualitas, kenapa? Karena sesuatu yang banyak itu menghasilkan cabang yang banyak pula sehingga dapat kita kembangkan kualitasnya. Pada akhirnya kita akan mendapatkan banyak tapi berkualitas, lalu bagaimana cara kerjanya?
Hal yang paling saya garis bawahi adalah pengalaman, karena pengalaman adalah guru terbaik bagi kita. Dari pengalaman kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga daripada pelajaran yang dapat diutarakan oleh manusia pada umumnya. Kenapa saya mengatakan yang banyak bisa berkembang padahal kurang berkualitas? Sebenarnya yang kurang secara kualitas adalah hal tersebut, sebut saja menulis artikel. Dari sistem trial and error yang dikemukakan oleh Thorndike selaku ahli psikologi Amerika, jangankan manusia -yang memiliki akal- hewan saja akan selalu mempelajari kesalahan yang ia lakukan agar dapat berbenah diri dan tidak mengulangi kesalahan tersebut.
Bandingkan saja seseorang yang jarang menulis tetapi sekalinya ia menulis menghasilkan karya yang cukup bagus lantaran kehati hatiannya dalam proses, dengan mereka yang sering menulis walaupun bisa dibilang karyanya biasa biasa saja. Mungkin pada detik ini orang yang jarang menulis itu akan kita anggap sebagai yang terbaik, tetapi lihat saja beberapa waktu kemudian. Saya yakin bahwa ia yang sering menulis walupun kurang bagus akan berkembang seiring berjalannya waktu dengan kesalahan kesalahan yang ia buat. Jauh berbeda dengan ia yang jarang menulis, tentu ia akan sedikit berkembang bahkan bisa jadi mulai meninggalkan dunia tulis menulis karena jarang melakukannya. Bagaimana dengan asumsi tersebut? Kalian berhak memiliki pendapat masing masing.
Maka dari itu belajar dari kesalahan itu penting, jadi jangan takut untuk melakukan kesalahan karena sebenarnya mereka yang takut itu sebenarnya sudah jatuh kedalam kesalahan. Silahkan menulis komentar berupa kritik dan saran ya....
Have a nice reading.

Senin, 22 Maret 2021

Belajar Mengendalikan Diri

Tentu manusia tidak luput dari dosa yang kerap dilakukannya sehari hari, entah itu disengaja ataupun tidak disengaja. Karena iman sendiri selalu bertambah dan juga berkurang, tetapi bukan berarti kita selalu merasa terpuruk dengan keadaan lalu pasrah. Hendaknya kita selalu berusaha untuk melakukan kebaikan demi kebaikan yang memungkinkan untuk dilakukan. Ada satu cara paling jitu supaya kita tidak selalu terjerumus ke dalam dosa ataupun kelalaian yaitu pengendalian diri.
Konsep akal manusia bagaikan gajah dan penunggangnya, gajah itu sebagai akal dan penunggangnya sebagai hati nurani. Seringkali ketika gajah berbelok, si penunggang membiarkannya untuk berbelok hingga melenceng jauh dari tujuan sebenarnya. Akal menyuruh kita untuk melanggar tetapi hati tidak sepakat dengan itu, namun tanpa pengendalian diri kita hanya akan mengikuti hawa nafsu walaupun hati sebenarnya enggan untuk mengikuti. Jangan hanya menjadi penunggang gajah tanpa menguasai teknik untuk menungganginya yang hanya akan berujung kepada kesesatan.
Bagaimana cara paling ampuh untuk mengendalikan diri sendiri? Semua itu dimulai dari keinginan kita untuk mengendalikan diri, lalu gunakanlah teknik untuk berdamai dengan diri sendiri -yang sudah saya tulis di artikel lainnya- dengan benar. Ketika kita sudah bisa memahami diri sendiri dengan baik dan benar seperti penunggang yang mempelajari sifat gajahnya, secara tidak langsung kita sudah mulai mengambil kendali diri sendiri. Jangan berharap bahwa hal ini mudah dan cepat karena itu kita membutuhkan kesabaran ekstra. Ketika kita melakukan sedikit kesalahan yang berujung kepada terjerumusnya kita pada keburukan untuk kesekian kalinya, kita akan mengulangi proses itu. Coba saja lihat orang berenang yang sudah mengeringkan bajunya, bagaimana jika ia kembali lagi menceburkan diri ke kolam baik sengaja maupun tidak? Tentu ia akan basah kembali dan ketika beranjak keluar kolam pastinya ia akan kembali mengeringkan badannya. Apakah perumpamaan ini masuk akal? Sama juga halnya dengan pecandu narkoba yang berusaha untuk berhenti tetapi ia tidak dapat menahan rasa candu sehingga kembali lagi terjerumus dalam dunia narkoba. Lantas kenapa terjadi hal seperti itu?
Jawabannya cukup mudah dan dapat dijelaskan. Dalam otak setiap manusia terdapat cairan dopamin yang berfungsi untuk membentuk rasa candu terhadap hal yang kita senangi, tentunya hal tersebut terjadi secara spontan dan tidak dapat diprediksi. Jadi pada dasarnya kita tidak bisa mengatur kadar rasa candu yang kita rasakan karena otak merekam rasa senang kita secara spontan. Paham kan? Walaupun sebenarnya kita tidak suka untuk mencuri tetapi ketika kita merasa bahagia dan senang lantaran mendapatkan hasil dari curian tersebut tentu cairan dopamin akan merekamnya dalam otak sebagai candu yang tentu dapat terjadi lagi sewaktu waktu, pastinya kejadian tersebut akan berulang ulang hingga kita mulai jenuh dan akhirnya membencinya. Tentu hal ini juga berlaku untuk hal baik yang kita lihat, dengar maupun kita lakukan. Pengendalian diri disini sangatlah penting supaya cairan dopamin dalam otak tidak salah rekam, maksudnya disini adalah rekam candu terhadap keburukan yang kita lakukan walaupun hanya sekali tanpa disengaja.
Sedikit ini saja terlebih dahulu, mungkin akan ada banyak revisi pada kesempatan selanjutnya.
Have a nice reading.

Rendahnya Minat Baca Warga Indonesia

Mungkin itulah suatu ungkapan yang bisa kita lantunkan sekarang melihat peradaban yang semakin maju sehingga orang lebih suka mendapatkan segala sesuatu secara instan dan cepat tanpa ingin melewati proses yang rumit. Bisa dibilang bahwa minat baca warga Indonesia sangatlah rendah dibanding dengan warga negara lainnya. Hal ini dapat dibuktikan melalui survey yang dilakukan oleh UNESCO yang menyatakan bahwa hanya 0,001% warga Indonesia yang rajin membaca. Itu berarti hanya 1 diantara 1000 warga Indonesia yang masih rajin membaca buku. Sebenarnya banyak faktor faktor yang mempengaruhi hal ini, sebagai contohnya adalah perkembangan zaman dengan keberadaan gadget. Zaman sebelum adanya smartphone sangatlah berbeda dengan zaman setelah kemunculannya, anak anak zaman sekarang lebih suka berdiam diri memandangi smartphonenya daripada berinteraksi dengan sesamanya ataupun berinteraksi dengan buku. Perpustakaan mulai lengang, mungkin pengunjungnya masih banyak tapi terjadi kemerosotan presentase pengunjung harian.
Tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini, karena sebenarnya kesalahan utama berasal dari diri kita sendiri yang mana kita kurang menyadari akan pentingnya membaca buku. Apalagi dengan aplikasi dan game yang ditawarkan oleh smartphone sehingga membuat kita lebih terhibur apabila memainkannya. Berbeda dengan membaca buku yang mana bisa jadi sangat membosankan apabila tidak ada gambar didalamnya, tidak ada lelucon didalamnya, semua itu terasa kaku dan membuat kantuk. Padahal tanpa kita sadari bahwa membaca buku akan memicu kita untuk berfikir dan dari berfikir tersebut kita memiliki wawasan sehingga fikiran kita tidak monoton terhadap suatu hal. Mungkin karena ia gemar bermain game ia hanya tahu tentang game saja, seprti itu contohnya. Pendidikan membaca haruslah dimulai dari kecil agar menjadi kebiasaan baik bagi sang buah hati, peran orang tua dan lingkungan di sekolah maupun di rumah sangatlah penting untuk menunjang minat baca seorang anak. Apabila sudah ditanamkan rasa cinta terhadap buku, ia akan sadar dengan sendirinya akan betapa pentingnya buku.
Kita lihat saja zaman dahulu, bagaimana orang dapat mendapatkan ilmu pengetahuan yang mahal harganya. Mereka rela berpergian kesana kemari hanya untuk mendapatkan sebuah buku lalu membacanya, jika kita lihat orang orang terdahulu. Sangatlah banyak karya karya mereka yang memiliki bekas sampai sekarang dan semua itu bermula dari buku. Bahkan awal mula terciptanya computer, hp, laptop tidak lain dan tidak bukan adalah juga dari buku. Maka bagaimana bisa kita melupakan media yang membuat zaman kita menjadi semaju sekarang. Apa kita tidak malu dengan orang orang terdahulu yang setiap ilmuwan mungkin bisa menulis sampai ratusan bahkan ribuan buku.
Jadi, mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk menyadarkan lingkungan kita secara tidak langsung.

Sabtu, 20 Maret 2021

Prinsip Hidup I : Pengenalan Kemampuan Diri

Passion atau lebih kita kenal dengan kecenderungan dan kemampuan paling mencolok yang kita miliki adalah sesuatu yang sangat penting dalam pembentukkan prinsip hidup itu sendiri. Tentu akan lebih mudah jika kita memiliki cita cita berupa pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kita. Maka dari itu sebelum memiliki gambaran orientasi hidup jangka panjang tentunya kita harus mengenal terlebih dahulu diri kita terutama kelebihan dan passion kita. Mungkin ketika penulisan belum selesai sudah ada seseorang yang berkomentar di bawah sehingga lebih membuka pikiran saya bahwa passion itu terbagi menjadi 2 bentuk yaitu yang berwujud seperti kemampuan olahraga, berbicara dan hal lainnya yang sekiranya orang lain dapat melihatnya, lalu yang kedua adalah yang tidak berwujud seperti ketangkasan otak dalam problem solving, memiliki mental keberanian dan lain sebagainya yangmana hanya diri kita sendiri dapat merasakannya.
Menurut pepatah, seseorang yang tidak mengetahui kadar dirinya akan hancur kehidupannya. Itu sama halnya dengan seseorang yang ingin berpergian jauh tetapi tidak memiliki bekal dan persiapan yang cukup, tentu ia akan kesulitan ketika melakukan perjalanan. Maka dari itu mengetahui kemampuan sangatlah penting supaya kita dapat memaksimalkannya, tidak hanya mengikuti alur kehidupan pada umumnya -seperti yang saya tulis di artikel lain-. Strategi itu penting lebih penting dari hanya sekedar kualitas dan kuantitas, maka tidak jarang kita mendapati cerita cerita perang zaman dahulu yang bercerita tentang kemenangan pasukan yang jumlahnya lebih sedikit daripada yang dikalahkan.
Lalu bagaimana cara agar kita mengetahui passion kita? Kembali lagi ke penjelasan sekilas tentang cairan dopamin -yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya- di otak. Kita dapat menemukan kecenderungan kita pada saat kita melakukan sesuatu dan hal tersebut menyenangkan bagi kita sehingga otak menyuruh untuk melakukannya lagi dan lagi. Dari situlah kita dapat menemukan kecenderungan kita yang bisa menjadi bakat dan potensi tersembunyi. Tetapi bukan hanya kelebihan saja yang kita perhatikan, jangan lupa juga kalau setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Mereka yang mengetahui kekurangan dan kelebihannya akan lebih nyaman menjalani hidup, orang yang tidak mengetahui kekurangannya bisa kita umpamakan sebagai bayi yang mencoba berlari karena melihat anak kecil di sekitarnya juga berlari dengan asyik. Tentu ia akan terjatuh bahkan bisa jadi terluka, maka dari itu pengenalan lebih lanjut mengenai kemampuan diri itu sangat penting untuk menjadi pondasi dasar hidup. Mungkin lebih lanjut mengenai prinsip hidup akan ditulis di artikel selanjutnya.
Have a nice reading.

Cahaya Biru yang Berbahaya

Mungkin kita pernah membaca beberapa artikel tentang cahaya biru, tetapi apa sih sebenarnya maksud dari cahaya biru itu sendiri? Cahaya biru disini bukan lampu yang berwarna biru ya..... juga bukan sesuatu yang mengeluarkan cahaya berwarna biru. Jadi bisa dibilang kalau cahaya ini memiliki banyak warna sebagai wujudnya yang sering terlihat. Kalian tahu kan kalau cahaya itu beraneka ragam warnanya dan ketika semua cahaya berkumpul maka hanya warna putih yang terlihat, ini juga bersangkutan dengan kenapa warna langit menjadi biru dan terkadang berubah warna tergantung waktunya.
Lalu dalam wujud apakah cahaya biru bisa menjadi sesuatu yang berbahaya? Sebenarnya banyak sekali cahaya biru yang dapat dengan mudah kita jumpai sewaktu waktu dari mulai hal terkecil yaitu pancaran cahaya yang keluar dari hp, lampu, tv hingga radiasi radiasi yang besar. Dalam sebuah penelitian dijabarkan bahwa waktu malam (tidur) manusia selalu berkurang setiap dekadenya seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini disebabkan dengan bertambahnya cahaya biru yang mulai memenuhi bumi setelah Thomas Alfa Edison menciptakan lampu pijar untuk pertama kali. Sebenarnya cahaya biru ini sesuatu yang remeh dan tidak berdampak secara langsung kepada tubuh, akan tetapi efek domino akan menjadikannya sebagai sesuatu yang berbahaya dalam jangka panjang.
Aku akan berbicara sedikit nih tentang cahaya biru terutama kepada hal hal yang sering kita jumpai sebagai contohnya adalah cahaya biru yang keluar dari handphone kita. Mungkin kita sering menemukan di pengaturan handphone kita tertulis disana filter cahaya biru, dibalik efeknya yang sedikit menyakiti mata dalam jangka pendek tentu ada juga efek lainnya yang seringkali kita rasakan secara tidak langsung. Seperti yang aku jabarkan di atas akan sebuah penelitian pengaruh cahaya biru, secara tidak langsung seseorang yang menerima cahaya biru dalam jumlah yang banyak akan mengalami insomnia ringan. Hal ini disebabkan karena pancaran dari cahaya biru tersebut menyebabkan hilangnya zat melamin di otak yang berfungsi untuk memberikan rasa kantuk. Jadi secara otomatis, kita tidak akan merasakan kantuk ketika mendapat pancaran dari cahaya biru khususnya handphone bahkan tidak jarang juga dari kita yang merasa kesusahan untuk tidur karena lampu yang menyala.
Berbicara jangka panjang tentu kalian sudah tahu sendiri jawabannya, main handphone sehingga begadang semalam suntuk lalu menyebabkan jatuh sakit. Ini adalah salah satu hal remeh yang sering kita lewatkan sebagai warga bumi di abad ini, semua tetap menjadi pilihan kita masing masing. Selamat berakhir pekan.
Have a nice reading...

Humor Receh Negriku

Negeri ini dengan segala kekayaannya tentu sudah dikenal mulai dari zaman renaissance, tentu kekayaan yang dimiliki tidak hanya dalam satu aspek melainkan berbagai macam aspek yang hampir bisa dikatakan sebagai negara sempurna. Mulai dari aspek budaya, aspek sumber daya alam hingga aspek lainnya yang jarang dijumpai di negara lainnya. Tetapi sungguh miris jika kita melihat kondisi penduduk yang notabenenya memiliki kekayaan yang melimpah ini, ada dua sisi yang bertolak belakang dan terjadi di satu tempat. Entah siapa yang salah ataupun yang benar, kita hanya bisa menentukan lewat kata batin kita masing masing. Karena jika nanti kita ungkapkan ke khayalak, takutnya ada pihak yang tersinggung dan kemudian timbul rasa balas dendam sehingga jatuh korban pada akhirnya. Tetapi beginilah memang kondisi kita, terima ataupun tidak kita harus tetap mensyukuri sembari mendoakan keburukan supaya berubah menjadi kebaikan. Damai negriku.

Apa Pentingnya Ilmu Filsafat?

Filsafat memang dikenal sebagai ilmu pengetahuan yang bisa dibilang sulit untuk dipelajari, mungkin karena beberapa sebab tertentu yaitu keharusan seseorang untuk berfikir lebih keras ketika sudah terjun kedalamnya. Pada dasarnya semua manusia yang memiliki akal sehat sudah terjun ke dalam ilmu Filsafat walaupun secara tidak disadari. Sedari kecil kita sudah diajari untuk menghindari dan melakukan sesuatu dengan sebab sebab nya, bahkan tidak jarang juga kita menanyakan perihal sebab sebab dalam beberapa hal di kehidupan masa kecil kita dahulu. Kenapa kita harus sekolah? Kenapa kita harus berbakti kepada orang tua? Kenapa kita tidak boleh berbuat kejahatan walaupun itu hal kecil kepada orang lain? Dan masih banyak pertanyaan dengan kata kunci kenapa dan bagaimana.
Memang suatu hal yang remeh tetapi kita sudah terjun ke dalam ilmu Filsafat yang dirasa susah walaupun secara tidak langsung. Mungkin ketika mulai beranjak dewasa karena umur, kita mulai mengembangkan ilmu Filsafat kita. Kenapa kita harus bekerja? Kenapa kita harus menikah? Hingga pertanyaan lainnya yang pasti terbesit dalam benak. Maka dari itu saya sudah mengatakan bahwa ilmu Filsafat sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari tentang cara berfikir dan kita sudah melakukannya sebagian. Kenapa banyak orang menganggap ilmu ini susah? Saya beranggapan bahwa mayoritas orang yang mengatakannya adalah tipe orang yang tidak ingin berhadapan dengan suatu hal yang rumit, itu tidak bisa dipungkiri karena memang sudah menjadi naluri manuaia untuk menghindari hal yang susah untuk kemudian melakukan hal yang mudah. Lalu mereka juga enggam untuk memperhatikan hal hal kecil dalam kehidupan di sekitar mereka. Padahal bayangkan saja jika satu baut tidak terpasang dengan kuat di bagian sepeda motor, tentu kesalahan mekanik akan terjadi sewaktu waktu yang akan menimbulkan kecelakaan bahkan hingga kematian.
Jadi sebenarnya hal sekecil apapun yang selalu kita remehkan adalah hal penting, dan ada pepatah mengatakan sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Tentu bukan hanya kebaikan saja melainkan juga keburukan. Mari kita introspeksi diri sendiri supaya tidak meremehkan hal hal kecil yang akan berujung kepada malapetaka. Bagaimana dengan ilmu Filsafat? Apakah kalian masih menganggapnya sebagai momok? Enjoy your life and do what should you do then your problems will leave you soon.
Have a nice reading...

Jumat, 19 Maret 2021

Mencoba berdamai dengan Diri Sendiri

Damai tampaknya lebih menggambarkan suasana yang tenang, nyaman dan aman dari bahaya. Mungkin damai dengan pihak lain itu wajar dan seharusnya dilakukan oleh diri kita  tetapi kenapa di judul tertulis untuk berdamai dengan diri sendiri? Karena pada dasarnya diri kita adalah bagian paling penting sebelum kita berdamai dengan makhluk lainnya. Tidak mungkin seseorang dapat berdamai dengan orang lain tanpa ia sudah berdamai dengan dirinya sendiri sebelumnya.
Lalu bagaimana cara untuk berdamai dengan diri sendiri dan memang apa manfaatnya? Kembali lagi kepada rasa tenang, nyaman dan aman yang datang setelah adanya perdamaian begitu pun juga dengan apa yang akan terjadi dengan kita. Jika kita belum berdamai dengan diri kita sendiri tentu kita akan merasakan rasa gelisah, takut, pesimis yang akan berujung kepada hal hal negatif lainnya. Jadi memang damai adalah suatu hal mutlak yang harus didapat sebelum memiliki jiwa yang tenang. Sebenarnya cukup mudah untuk berdamai dengan diri sendiri karena seperti yang kalian ketahui sendiri bahwa setiap saat kalian selalu berinteraksi dengan diri kalian sendiri entah dalam alam sadar maupun dalam alam bawah sadar.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencurahkan semua isi hati entah dalam bentuk tulisan, tangisan, curhat ataupun renungan intinya adalah dengan cara kalian masing masing agar isi hati dan beban kita tercurahkan sepenuhnya. Bagaikan sampah yang selalu ditumpuk dan tidak pernah dibuang tentu akan menjadi bau, busuk lalu kemudian menjadi sarang penyakit. Mau tidak mau kita harus menemukan cara untuk meringankan isi beban dengan beberapa cara di atas ataupun cara lainnya. Setelah kita mengeluarkan semua beban yang ada barulah kita mencari solusi atas segala permasalahan dan beban yang ada dalam hidup. Mungkin ada yang memiliki beban yaitu masalah dengan teman lalu kita mengeluarkan beban dengan curhat kepada orang tua atau sahabat, pastinya akan ada solusi setelah itu. Memang mencurahkan isi hati secara sekilas merupakan hal yang sepele akan tetapi dampak baik dan buruknya sangat mencolok.
Apabila kita masih belum bisa melakukan dua hal utama itu, berarti tandanya kita masih belum dapat berdamai dengan diri kita sendiri. Kita masih menyimpan rasa egois, mau menang sendiri, sombong dan tentu tidak mau mendengarkan nasihat orang lain. Bagaimana dengan diri kita? Sudahkah kita merasa damai agar dapat selalu merasa optimis dalam kehidupan yang singkat ini?
Have a nice reading....

Kamis, 18 Maret 2021

Menulis dan Membaca lebih penting mana?

Menurut kalian manakah yang lebih penting? Kalau jawabanku sendiri, sebenarnya kedua hal itu saling berkesinambungan jadi saling melengkapi gitu.... orang yang suka membaca cenderung suka menulis entah membaca dari berita gosip hingga penelitian dan buku. Dan menurut saya kesinambungan disini adalah orang akan cenderung untuk menulis hal yang ia baca dan akan membaca hal yang ia tulis. Misalkan seseorang menyukai untuk membaca buku ilmiah maka ia akan cenderung untuk menulis hal ilmiah juga, begitupun juga dengan mereka yang suka gosip ataupun cerewet di media sosial pasti dia lebih cenderung untuk menulis apa yang ia baca. Membaca lebih aku artikan sebagai menyerap sedangkan menulis adalah mengeluarkan, kalau masuk akalnya sih... orang akan merasa sesak jika ia hanya menyerap tanpa mengeluarkan hal yang ia serap. Jadi memang kedua hal tersebut sangat berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan.
Lalu bagaimana dengan minat membaca orang Indonesia? Cukup kalian ketik di pencarian Google maka akan keliar hasilnya, mungkin cukup naas melihat hasil pencarian itu. Gak kaget sih... kalau Microsoft sampai menjuluki warga Indonesia sebagai netizen paling tidak bijak dalam menggunakan medaos. Tetapi itu hanya mayoritas saja, aku yakin kok kalau kalian itu orang baik menurut versi kalian sendiri. Di lain artikel akan dibahas kenapa menulis dan membaca itu penting, jadi disini aku hanya fokus kepada hubungan mereka berdua karena aku kan orang ketiga. Sudah jelas kan alasan kenapa guru mengajari kita membaca dan menulis sejak sini walaupun kita malas untuk melakukan kedua hal tersebut tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kedua hal tersebut adalah bentuk ilmu pengetahuan yang paling penting.
Jadi gimana nih... apa masih malas malasan menghindari membaca dan menulis? Gak ada ruginya kok melakukan kedua hal tersebut, yang ada hanya rugi bagi mereka yang menghindari. Terima kasih.
Have a nice reading.

Kenapa Harus Menulis?

Mungkin jarang dari kita yang menyukai kegiatan menulis. Artikel ini belum selesai

Orientasi Kehidupan

Mungkin kata kata orientasi sudah sering terdengar oleh telinga kita, tetapi terkadang kita kurang menggunakannya dalam keseharian kita sehingga makna dalamnya pun kurang dipahami secara luas. Berbicara tentang orientasi kehidupan yang tentunya menjadi garis besar dalam judul kehidupan, tentu tidak akan jauh dari segala sesuatu yang sudah atau bahkan kelak akan kita alami. Sebenarnya kita sudah menentukannya dan sedang menjalaninya, hanya saja kita kurang sadar sehingga terkadang tidak kita kendalikan untuk menciptakan hasil yang maksimal.
Orientasi sendiri adalah pengenalan secara umum akan garis besar terhadap sesuatu yang tentunya dapat merubah sikap kita dan arah yang akan kita tuju kedepannya. Maka dari itu, orientasi tersebut sungguh penting untuk mengarungi kehidupan yang kita jalani. Sedari kecil kita sudah merasakan orientasi kehidupan yang ditanamkan dalam diri kita, hanya saja dalam bentuk tersirat dalam keseharian kita di rumah, lingkungan masyarakat, maupun di sekolah sendiri. Artikel ini belum selesai.

Rabu, 17 Maret 2021

Mengenal Lebih Lanjut Lucid Dream

Apa itu Lucid Dream? Mungkin kita sangat jarang sekali menemukan istilah lucid dream ini, tetapi pada dasarnya lucid dream sendiri dapat meningkatkan kinerja otak dari alam bawah sadar dan sebelum membahas lebih lanjut alangkah baiknya jika kita berkenalan dahulu dengan lucid dream.
Lucid dream sendiri merupakan 2 kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti mimpi yang jelas, jadi kita dapat merasakan segala sesuatu bagaikan kenyataan dalam mimpi di tidur kita. Lalu apa fungsi dari lucid dream itu sendiri?
Sebenarnya lucid dream sendiri lebih menekankan relaksasi diri dan pengembangannya sehingga dapat menurunkan kecemasan yang diderita oleh tubuh. Tapi ketika lucid dream dapat dilatih sedemikian rupa, bisa memicu pengembangan skill dan bakat hingga pengembangan otak yang dapat dilakukan di alam bawah sadar. Bahkan tidak sedikit juga para komposer musik menciptakan lirik lagu mereka dalam mimpi, begitupun juga dengan beberapa ilmuwan yang juga melakukannya. Lucid dream sendiri dipelajari pada umumnya oleh orang Tibet penganut agama Hindu semenjak 2000 tahun silam. Lalu bagaimana dengan kita yang ingin merasakan lucid dream dalam tidur?
Sebenarnya, lucid dream sendiri dibagi menjadi 3 keadaan yaitu lucid dream yang terjadi secara alami dipicu oleh cara kerja otak, kemudian lucid dream yang dipicu oleh kondisi lingkungan dan yang terakhir adalah lucid dream yang terjadi lantaran pemaksaan yang dilakukan oleh tubuh. Sebelum kita mengembangkan lucid dream dalam tidur, hendaklah kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana model kita supaya dapat mencapai kondisi lucid dream. Beruntunglah bagi mereka yang dapat merasakannya lantaran kondisi alami tetapi memang dibutuhkan kerja keras bagi mereka yang tidak mengalami kondisi alami sehingga harus sedikit dipaksa. Mungkin akan ada pembahasan sedikit tentang cara untuk mengalami kondisi lucid dream dalam kondisi paksaan di artikel lain.
Pengembangannya sendiri tidak bisa dilakukan secara instan karena lucid dream sendiri terdiri dari beberapa tahap dan kestabilan diri pada setiap tahapannya lah yang membuat kita dapat berkembang sedikit demi sedikit. Jadi bagaimana dengan artikel ini? Jika bermanfaat silahkan disebarkan dan jangan lupa untuk meninggalkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas blog ini. Terima kasih.
Have a nice reading...

Standard Manusia yang Berbeda-beda

Memang sungguh indah jika kita mengetahui akan hakikat diciptakannya manusia secara beragam, coba bayangkan jika setiap manusia di muka bumi ini selalu sama dalam sifat, watak maupun kepribadian. Mungkin perang dunia akan terjadi lantaran semua negara ingin berlomba-lomba menjadi negara yang baik. Setiap kepala dari kita memiliki standard masing masing, ada yang diberi uang sepuluh ribu dia sudah merasa berkecukupan tetapi ada juga yang masih kurang dengan satu juta. Hal tersebut sudah maklum apa adanya dan sebagai makhluk sosial kita harus menghargai apa yang orang lain kehendaki dalam hidupnya selama tidak mengganggu kehidupan kita.
Semakin tinggi standard kehidupan manusia semakin tinggi pula usaha yang diperlukan untuk mencapainya dan bagi orang yang sudah dewasa dalam cara berfikirnya, ia akan melihat situasi dan kondisi yang sedang dilaluinya sebelum membuat titik standard versi dirinya sendiri. Bukannya tidak mungkin bagi warga yang tinggal di kolong jembatan untuk memiliki rumah sekelas real estate, hanya saja dibutuhkan usaha yang sangat keras dan sedikit keajaiban untuk mencapainya.
Maka dari itu, sebelum kita menentukan titik standard kehidupan kita hendaklah kita melihat lamat lamat situasi dan kondisi hidup yang kita lalui. Dan alangkah baiknya lagi kita memiliki standard hidup yang rendah terlebih dahulu, baru kemudian kita tingkatkan sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. Di kehidupan ada sukses dan gagal, sukses pada dasarnya adalah meraih apa yang kita inginkan sesuai target begitupun sebaliknya dengan gagal. Jadi, walaupun seseorang memiliki target yang rendah di mata orang lain tetapi ia dapat meraihnya sungguh kita bisa menyebutnya dengan orang sukses tidak peduli seberapa rendah background yang dimilikinya. Karena pada hakikatnya sukses adalah berhasil mencapai sesuatu bukan hanya berhasil melebihi sesuatu.
Naluri manusia normal pada dasarnya akan merasakan kebahagiaan jika mencapai kesuksesannya begitupun sebaliknya. Dan bayangkan saja ada seseorang yang sudah memasang tinggi standard hidupnya, walaupun pencapaiannya sudah jauh melebihi orang lain tetapi karena targetnya yang tinggi pastinya ia tidak akan merasa puas dan selalu merasa gagal. Berbeda dengan mereka yang menaikkan standard hidupnya sedikit demi sedikit, tentu ia akan merasa ringan dengan target yang dimilikinya dan selalu optimis ketika mencapai targetnya.
Jadi, setiap dari kita bisa untuk menjadi orang sukses dengan cara kita masing-masing. Lalu alangkah baiknya kita memasang target sesuai dengan porsi kita sendiri dan menaikkannya secara bertahap tidak langsung membludak seketika.
Have a nice reading.

Bagaimana Rasanya Kuliah di Luar Negri?

Kuliah di luar negri memang menjadi impian banyak orang, tapi terkadang kondisi tidak memungkinkan sehingga harus mengubur impian tersebut. Tapi tenang kok... kuliah ke luar negri itu tidak salah tetapi juga bukan menjadi sesuatu yang terbaik. Semua tetap kembali kepada diri kita sendiri, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa prinsip hidup itu penting -baca di artikel sebelumnya- bagi setiap manusia. Kembali ke topik utama pembahasan, bagaimana sih.. rasanya kuliah di luar negri?
Sebenarnya aku merasakan suatu euforia baru yang pastinya menantang, karena kita harus hidup di lingkungan baru dan mau tidak mau harus adaptasi dengan budaya dan bahasa baru. Kalau mungkin teman temanku bilang itu adalah hal yang luar biasa, mungkin menurutku tidak seluar biasa dan seenak yang dipikirkan oleh orang lain. Karena mental kita disini akan dilatih oleh lingkungan secara tidak langsung, jikalau mental kita sudah down dan lemah maka kecil harapannya untuk kita bisa beradaptasi di lingkungan baru. Sebagai contoh hal kecil yaitu orang yang tinggal di Jawa akan kaget ketika mereka pertama kali pergi ke Jakarta, entah itu dari sisi kehidupannya yang terbilang keras, status masyarakat sosial, kepadatan penduduk, gedung gedung tinggi yang jarang dijumpai di Jawa dan masih banyak lagi. 
Dari sini manusia akan secara otomatis untuk menganalisis kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi di kehidupannya kelak sehingga ia akan selalu berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan baru agar dapat bertahan hidup. Tapi bagi mereka yang memiliki mental lemah, contoh paling kecil adalah insecure atau rasa tidak percaya diri. Tentu akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan baru, lalu bagaimana kita dapat menguatkan mental kita? Tentunya dengan selalu optimis dan berfikiran positif, ketika manusia sudah memegang kedua hal tersebut maka ia akan memiliki mental yang kuat secara tidak langsung dan dapat digunakan untuk adaptasi di lingkungan baru. Menurutku itu bukan hal yang cukup mudah tetapi tidak ada yang tidak mungkin.
Dan satu hal yang paling aku rasakan -walaupun kuliah masih online- adalah persaingan ketat di antara siswa siswa internasional dan negara tujuan. Karena tingkat intelektual orang luar negri pastinya lebih tinggi dari Indonesia sendiri, didukung oleh sistem mereka yang sudah maju. Sekali lagi kita membutuhkan mental kuat disini agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan dapat memotivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mungkin itu saja gambaran luas seputar apa yang aku sendiri rasakan ketika kuliah di luar negri, artikel selanjutnya akan menyusul.
Have a nice reading...

Prinsip Hidup

Apa sebenarnya prinsip hidup itu? Apabila kita menggambarkannya secara detail akan menjadi suatu hal yang rumit tetapi definisi sekilas darinya adalah suatu pondasi dasar berupa keyakinan yang akan menuntun kita sebagai manusia untuk menjalani kehidupan ini atau dikenal juga dengan pendirian. Dan ingat bahwa tidak semua prinsip hidup yang dimiliki manusia itu baik apa adanya, jadi kita tidak bisa menghakimi bahwa penjahat tidak memiliki prinsip hidup mereka. Sedari kecil kita sudah diajarkan di sekolah untuk hidup sebagai seorang manusia yang selalu memiliki prinsip hidup, lha kok bisa? Cita cita dan impian adalah contoh kecilnya, hanya saja keadaan diri dan lingkungan yang lambat laun merubah prinsip hidup kita.
Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan keluarga adalah faktor utama pendukung pembentukan prinsip hidup sejak dini dilanjut oleh lingkungan baru kemudian sekolah.
Lantas bagaimana cara mengetahui jika seseorang sudah memiliki prinsip hidupnya sendiri? Cara mengetahuinya cukup mudah, yaitu dengan mengajukan kepadanya beberapa pertanyaan dengan kata tanya kenapa dan bagaimana cukup seputar kehidupannya. Jika ia dapat menjawab dengan lancar maka kita bisa mengatakan bahwa ia sudah memiliki prinsip hidup tidak peduli seberapa rendah pendidikan yang dienyamnya. Karena pada dasarnya standard hidup setiap manusia berbeda-beda begitupun juga dengan prinsip hidup yang mereka miliki. Jadi tidak bisa kita asal menghakimi prinsip hidup yang dimiliki orang lain.
Bagaimana pendapat kalian dengan artikel singkat ini? Mungkin akan terjadi banyak revisi dan pastinya akan ada lebih banyak artikel lainnya seputar kehidupan yang luas ini.
Have a nice reading...

Profil Penulis

Sebenarnya sih gw bukan tipikal orang yang kaku kaku amat.... cuman blog gw isinya something new yg notabene nya berat untuk dibaca, jadi mau gak mau penulisan juga ngikut kaku. Meskipun nanti sih ada rencana untuk improve biar artikel yang ada disini gak kaku kaku amat tapi perjalanan masih panjang, bahkan blog ini baru gw buka 16 maret kemarin. Kalo emang ada request judul ato kepengen diskusi, tulis aja di komentar pasti gw notice kok.... 
Oh iya... kan judulnya profil penulis, gw sih manusia biasa sama kek kalian lah... tapi entah kenapa gw diberi sedikit kelebihan sehingga gw juga berkewajiban untuk mengolah kelebihan gw dan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang laen. Sebenernya bukan sok sok an pake gw sm elu, tapi proses pengerjaan awal blog ini di Jakarta yaudah deh kebawa logat sini meskipun gw orang Jawa tulen. Balik lagi deh ke profil gw.... kadang juga bingung sih gimana cara nulis profil. Kehidupan singkat gw aja lah.... gw sekarang baru umur 19 kemarin lulus SMA tahun 2019, sempet kuliah 2 semester tapi milih resign habis itu gw gap year 9 bulan baru deh lanjut kuliah lagi.... tapi kuliah gw sekarang masih status persiapan perkuliahan sampek september 2022. Jadi sama aja gw seangkatan sama yang 2022, but it's okay.... udah sih itu aja profil singkat gw, kalo mau tau lebih dalem baca aja artikel artikel yang ada disini.
Have a nice reading....

Kedewasaan

Pada dasarnya setiap manusia memiliki definisi kedewasaan menurut versi mereka masing-masing tetapi tidak jarang juga kita yang bingung dalam menentukan definisi kedewasaan versi kita. Karena sebenarnya setiap definisi pasti benar walaupun ada beberapa kekurangan, jadi bagi kalian yang sudah mendefinisikan arti dewasa itu sendiri berarti kalian sudah mulai beranjak dewasa. Karena ini blog pribadi milik saya... jadi saya akan mendefinisikan kedewasaan versi diri sendiri.
Dewasa itu tidak bisa dilihat dari umur karena pada dasarnya dewasa adalah sifat dari dalam yang akan memicu tindakan di luar. Kenapa saya menyebutkan sifat dari dalam? Karena sekali orang menjadi dewasa maka akan tetap menjadi dewasa entah dari hal yang difikirkan atau hendak dilakukan tetapi yang membedakan adalah dewasa yang baik dan buruk. Seseorang dapat dianggap dewasa jika dia sudah mengetahui apa hakikat tujuan kehidupan yang dialaminya. Maka dari itu saya sudah bilang di awal bahwa semua manusia pasti memiliki definisinya masing-masing dan kita tidak dapat menyalahkannya.
Pasti akan terlihat mereka yang sudah dewasa walaupun buruk dengan orang lain yamg belum dewasa. Mungkin perbedaan paling kontras terletak dalam hal-hal yang keluar dari mulutnya, tindakan kesehariannya dan yang paling penting adalah sikapnya untuk menjalani hidup dengan sepenuh hati. Kembali lagi ke topik, seseorang sudah dapat dikatakan dewasa apabila dia mengetahui hakikat tujuan kehidupan versi dirinya entah itu adalah hal yang dipengaruhi oleh agama, masyarakat ataupun mereka yang memiliki gagasan sendiri terlepas dari kedua hal di atas.
Seseorang akan terlihat dewasa jika ia diberikan suatu masalah, dari situ akan terlihat bagaimana ia menanggapi permasalahan yang baru saja ia terima entah dengan menyelesaikannya atau kabur darinya. Sama halnya dengan pelari yang mengikuti lomba lari tetapi tidak ingin menggapai garis finish, begitupun juga dengan mereka yang berani memulai tetapi tidak ingin mengakhiri entah takut akan hasil akhirnya atau sudah nyaman. Artikel ini butuh kritik dan saran.

Selasa, 16 Maret 2021

Tentang Blog

Penulis sengaja untuk mencurahkan segala hal yang diminatinya dan dirasa dapat bermanfaat bagi khayalak kedalam sebuah blog. Mungkin blog ini akan menjadi jenis blog gado-gado karena isinya tidak terfokus kepada suatu materi pembahasan. Untuk masalah bahasa, penulis lebih senang jika ia dapat menyampaikan dengan bahasa santai dan mudah dipahami walaupun kadang beberapa artikel juga ditulis dengan bahasa yang serius, 'namanya juga blog gado-gado'. Mungkin bagi para pembaca dapat memberikan komentar berupa kritik, saran dan motivasi pada setiap artikel agar dapat berkembang menjadi blog besar di kemudian hari. Karena penulis tidak hanya fokus pada pembahasan domestik maka terdapat beberapa artikel yang berbahasa Inggris, maklumin aja... orangnya kuliah di Rusia. Dan penulis memohon maaf yang sebesar besarnya karena blog ini masih belum rapih dikarenakan beberapa hal yang akhirnya terkendala kepada editing blog ini. Terima kasih.

Sekilas Tentang Kehidupan

 Sebenarnya jika kita berbicara tentang kehidupan maka akan timbul berbagai macam pertanyaan yang terbesit. Lalu bagaimana kita menyikapi kehidupan yang sedang kita lalui? Jawabannya sendiri cukup mudah sekaligus rumit. Setiap orang memiliki akal yang dapat digunakan untuk berfikir sedemikian rupa, dari mulai hal kecil seperti makan sampai hal yang rumit seperti apa yang harus dilakukan di kemudian hari tentu bisa kita pikirkan melalui akal.

Mengulik dari judul, saya akan lebih membahas tentang kilas kehidupan secara gamblang dan cara untuk menemukan jalan hidup kita masing-masing.

Terlepas dari ideologi-ideologi yang diajarkan oleh agama dan masyarakat tiap daerah, saya akan menjelaskan sedikit tentang pondasi prinsip dasar kehidupan. Nalar setiap manusia adalah mencari kebenaran menurut versinya sendiri karena segala sesuatu itu pada dasarnya tidak ada yang sepenuhnya benar dan sepenuhnya salah, hanya saja presentase kebenaran tentang sesuatu lebih besar daripada kesalahan sehingga kita menganggapnya benar secara total -tapi tidak berlaku untuk hal yang paten- begitupun sebaliknya.

Lalu apa hubungan nalar dengan kehidupan manusia? Dalam filsafat, segala sesuatu itu pasti memiliki hubungan karena pada dasarnya cangkupan lebih luas setiap dari kita yang hidup maupun benda mati adalah kehidupan.

Nalar sendiri lebih berfungsi sebagai mesin alat untuk bertahan hidup yang secara tidak langsung membuat manusia selalu memilih kepada jalan yang ia yakini sebagai kebenaran dan ketepatan. Maka dari itu kita tidak bisa asal menyalahkan keyakinan orang lain tetapi setidaknya kita mengingatkan mereka agar selalu berada di jalan yang benar.

Berbicara tentang kehidupan pasti tidak jauh dengan orientasi kehidupan itu sendiri, secara umum manusia jaman sekarang memiliki alur kehidupan yang sama seperti : lahir kemudian sekolah agar bisa melanjutkan kuliah ataupun langsung kerja dan pada waktunya akan menikah lalu memiliki anak dan meninggal. Hanya saja seseorang yang bisa dibilang dewasa akan memanfaatkan orientasi kehidupannya dengan baik sehingga dia tidak hanya lahir sebagai manusia lalu bertahan hidup hingga ajalnya, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi sesama makhluk hidup.

Dan sebagaimana yang kita tahu bahwa kehidupan sendiri cangkupannya luas, maka penulis akan membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan mulai dari hakikat kehidupan itu sendiri, psikologi dari beberapa sisi sampai hal kecil seperti pengembangan diri.

Have a nice reading....