Aku dulu sudah mengenal kebaikan sejak kecil, orang tua dan guruku yang mengenalkannya denganku. Tetapi dibalik rupanya yang jelita aku lebih ingin untuk menjauhinya, meskipun sangat mudah untuk mengenal dan dekat dengannya. Setelah belasan tahun aku baru sadar atas pertanyaan yang selalu kulontarkan, ada apa dengan kebaikan? Aku selalu membuat rangkaian jawaban yang cukup rumit dan inilah ringkasannya:
Kebaikan itu memang mudah untuk didapatkan, tetapi ia sendiri yang sulit untuk memilih siapa yang mendapatkannya. Di satu sisi aku merasa dekat tapi ternyata ia tidak memilihku, justru kejahatanlah berada tepat disampingku. Entah ilusi apa, tetapi itulah kenyataan. Bahkan seringkali kita sudah merasa melakukan kebaikan tetapi ternyata menjadi kejahatan.
Lalu ada apa dengan kebaikan? Ya seperti inilah kebaikan, cukup lakukan saja terserah kepada siapa niatmu untuk melakukannya. Have a nice reading.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar