Kesempatan itu datang sekali dalam skala besar tetapi meninggalkan banyak jejak yaitu penyesalan yang tidak terhitung jumlahnya, bahkan kita yang mengalaminya saja malas untuk menghitung hitung lagi. Tetapi dibalik gugurnya daun di pohon tersebut, tentu sudah menjadi siklus pertumbuhan tersendiri bagi pohon untuk tetap memberinya kehidupan. Begitupun juga dengan manusia, sungguh sangat banyak dari mereka yang melewatkan kesempatan kesempatan emas yang berujung kepada penyesalan. Memang itu seperti suatu kewajiban untuk membuat manusia tetap hidup, bayangkan saja jika kehidupan seseorang itu datar tanpa ada kesusahan. Mungkin saya yakin bahwa ia akan merasa jenuh kemudian melakukan hal hal yang di luar nalar manusia begitupun juga sebaliknya.
Tidak lain dan tidak bukan tujuan dari misschance yang selalu dilakukan oleh manusia adalah agar ia dapat terjatuh untuk kemudian bangun kembali. Mobil yang selalu melaju kencang akan sampai pada tujuan dengan cepat tetapi apakah ia dapat selamat dari berbagai macam kecelakaan yang bisa terjadi dalam perjalanan? Maka dari itu, ia juga butuh melambat, mengalah bahkan berhenti untuk sampai dengan tujuan. Jadi itu sudah menjadi sistem alam dalam menyeimbangkan kehidupan ini.
Menyesal boleh tetapi jangan terlalu larut dalam penyesalan, masih ada banyak hembusan hembusan angin lainnya yang menanti. Juga jangan lupa jika setiap hembusan tentu akan menggugurkan daun daun di pohon entah dalam jumlah banyak atau sedikit. Have a nice reading.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar