Sebuah istilah yang seringkali kita dengar terutama ketika kita sedang merasakan jatuh cinta. Memang cinta itu buta adalah benar apa adanya, bahkan hal apa saja akan kita lakukan kalau sudah berada di posisi ini meskipun hal tersebut sebenarnya tidak logis untuk dilakukan. Secara tidak langsung hati akan memanipulasi pola pikir otak dan berimbas langsung kepada kegiatan sehari-hari kita, mungkin kebanyakan dari kita akan selalu berfikir positif menanggapi cinta tersebut. "dia kok gak bales chat ya... ah, mungkin lagi sibuk", "kok dia balesnya gini ya... ah, mungkin lagi badmood", dan berbagai macam alibi diciptakan hati untuk memanipulasi pola pikir otak. Padahal dalam realitanya sendiri, bisa jadi orang yang kita cintai tidak memberikan feedback yang baik. Bisa dikatakan hanya kita saja yang menganggap dia sebagai crush tanpa dia menggap kita sebagai crush nya. Begitulah sifat cinta yang tumbuh didalam hati kita.
Mari kita coba untuk aplikasikan kedalam subjek lain seperti orang tua kita, keluarga, bahkan diri sendiri. Apa efek yang akan ditimbulkan? Apakah akan menjadi sesuatu yang positif atau menjadi sesuatu yang negatif? Konsep cinta itu buta tidak harus diterapkan kepada lawan jenis, pada dasarnya kita juga bisa menerapkannya kepada hal lainnya terutama diri sendiri. Bagaimana rasanya jika kita berhasil memiliki apa orang yang kita cintai? Pasti sangat menggembirakan bukan, dan tentunya dibutuhkan proses dan perjuangan yang panjang untuk memilikinya. Banyak juga hal tidak logis yang menjadi logis karena perubahan pola pikir otak kita dinahkodai oleh hati. Cobalah untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain, berikan perhatian semaksimal mungkin kepada diri sendiri. Tanyakan apa maunya, di masa depan ingin menjadi apa, suka dengan apa dan berbagai macam pertanyaan lainnya.
Tentu akan menghasilkan efek positif yang luar biasa ketika kita berhasil mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Kita akan selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan diri kita, mengejarnya dengan sepenuh hati. Bahkan berbagai macam halangan akan dihindari dalam proses memiliki tersebut. Begitulah cara kerja cinta yang memberikan dorongan dari hati masing-masing dari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar